Duhai Malam, Jiwa dan Hati

Duhai malam yang sunyi
Haruskah menanti
Mentari kembali memancarkan sinarnya
Tatkala purnama indah bertandang
Rajukmu kelihatan mengharapkan bayu menyapa pipi

Duhai jiwa yang pasrah
Haruskah mencoba
Walau kamu mengerti cinta ini tak mungkin terjadi
Walau ia terus memujuk jangan bilang tidak
sekiranya belum mencoba
kerna keserasian itu mungkin terlindung dibalik perasaan yang kabur

Duhai hati yang letih
Haruskah menanti dan terus menanti
Walau kamu tahu rasa itu takkan kamu miliki
Sekuat manapun kamu, setabah mana pun kamu
Paling menyentap hati
Saat akhirnya mengetahui bahawa rasa itu memilih untuk pergi

Nur 7/11/10 2.20 a.m.

Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Baby Aleesya - Birth Story at 38 weeks

Jangan Mengharap Pada Sesuatu Yang Belum Pasti

Projek Stage 2 ... Felt Bookmark